10 Lagu Natal Tradisional Teratas

, Author

Sepanjang waktu, banyak artis yang berbeda dari berbagai genre telah membuat dampak mereka sendiri di dunia musik Natal. Namun, tidak ada yang seperti klasik! Mari kita hitung mundur sepuluh lirik lagu Natal telah tiba !

10. “O Ayo, O Ayo Emmanuel”

Awalnya sebuah himne Latin, “Veni, veni, Emmanuel,” lagu klasik ini diterjemahkan ke bahasa Inggris oleh pendeta John Mason Neale sekitar tahun 1850.

9. “Anak Apa Ini?”

Meskipun lirik lagu ini berasal dari puisi William Chatterton Dix dari akhir abad kesembilan belas, musiknya sudah ada hampir 200 tahun sebelumnya, ketika “Greensleeves” pertama kali didaftarkan ke Richard Jones.

8. “Tuhan Istirahatlah Ye Merry, Tuan-tuan”

Berasal dari Inggris abad ke-16, lagu ini dikenal karena dinyanyikan di jalanan oleh pegawai kota yang bertugas menghibur publik. Sayangnya, penulis dan komposer aslinya tetap tidak diketahui.

7. “Dua Belas Hari Natal”

Lirik lagu yang kompleks ini menggambarkan sejumlah hadiah yang semakin rumit (dan seringkali kandang burung) yang diberikan kepada penyanyi oleh “cinta sejati” mereka. Ini pertama kali diterbitkan di Inggris pada tahun 1780.

6. “Dek Aula”

Dengan lirik persiapan liburan yang penuh dengan “fa-la-la-la-las”, nada lagu ini adalah Welsh, yang berasal dari lagu musim dingin abad keenam belas. Lirik saat ini berasal dari Amerika.

5. “Malaikat Yang Telah Kami Dengar Di Atas”

Meskipun berbagai asal telah dikutip untuk lagu Natal ini, itu telah ditempatkan pada awal 129 M, dipopulerkan oleh Telesphorus, Uskup Roma. Yang lain menceritakan kisah para gembala Prancis abad pertengahan yang menyebut “Gloria in excelsis Deo.”

4. “Jauh di Palungan”

Cerita tentang asal usul himne klasik ini berbeda dari satu sumber ke sumber lainnya, tetapi publikasi pertamanya dapat ditelusuri kembali ke tahun 1880-an.

3. “Hark! Malaikat Herald Bernyanyi”

Kolaborasi abad kedelapan belas antara Charles Wesley dan Felix Mendelssohn ini tidak disukai oleh salah satu musisi. Berbagai revisi dari waktu ke waktu telah mengubahnya menjadi himne yang kita kenal sekarang.

2. “Kegembiraan Bagi Dunia”

Kata-kata untuk “Joy to the World” ditulis oleh Isaac Watts pada tahun 1719, berdasarkan Mazmur 98. Lebih dari satu abad kemudian, Lowell Mason mengaturnya menjadi musik, menciptakan sebuah klasik.

1. “Malam Sunyi”

Legenda memberitahu kita bahwa pendeta Austria Joseph Mohr menulis lirik “Silent Night” pada awal 1800-an. Franz Gruber, direktur paduan suara gereja, menulis musiknya. Dalam “Pop Memories 1890,” Joel Whitburn mengutip “Silent Night” sebagai lagu yang paling banyak direkam dalam sejarah!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *